Kategori: Blog

  • Kisah Tragis Penyanyi Asal Malaysia “Serindu-Rindunya”

    Kisah Tragis Penyanyi Asal Malaysia “Serindu-Rindunya”

    News- Artist-INTERNASIONAL – | Kisah tragis Along Spoon, vokalis band Malaysia Spoon, yang namanya melekat kuat lewat lagu legendaris “Rindu Serindu Rindunya”, sebuah lagu yang juga sangat populer di Indonesia pada akhir 1990-an.

    Along, yang memiliki nama asli Sabi’ul Malik bin Shafiee, sedang berada di masa emas kariernya ketika ia dilaporkan menghilang pada 25 Desember 1999.

    Hilangnya Along mem!cu kekhawatiran besar, karena saat itu Spoon tengah aktif di dunia hiburan dan Along tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menjauh dari publik. Pencarian pun dilakukan oleh keluarga dan pihak kepolisian Malaysia.

    Sekitar 10 hari kemudian, pada 6 Januari 2000, misteri itu berubah menjadi tragedi. Polisi menemukan jasad Along di kawasan terpencil Jelebu, Negeri Sembilan, tepatnya di lereng bukit pinggir jalan. Kondisinya sangat mengenaskan: jasad sudah membusuk dan ditemukan di dalam karung goni, menandakan bahwa kematianya bukan kecelakaan biasa. Penyelidikan forensik memastikan bahwa Along adalah korban pembunuhan.

    Kasus ini kemudian berkembang serius.

    Pol!si menangk4p seorang mant4n anggota kepol!sian Malaysia, Mohamed Ya’cob Demyati, yang akhirnya did4kwa sebagai pel4ku. Dalam proses hukvm terungkap bahwa mot!f pembvn*han didug4 dilatarbelakangi rasa c3mburu dan konfl!k pribadi, di mana pel4ku mencur!gai Along memiliki hubvngan dengan istrinya. Peng4dilan Tinggi Malaysia pada tahun 2002 menyatakan pel4ku bersal4h melakukan pembvn*han dan menj4tuhkan hukvman m4t!, sesuai hukvm Malaysia saat itu. Putvsan ini kemudian dikuatkan oleh peng4dilan yang lebih tinggi.

    Namun, seiring perubahan sistem hukvm di Malaysia yang mengh4pus hukvman m4t! w4jib, pada tahun 2023 hukvman pel4ku diringankan menjadi 33 tahun penj4ra, dihitung sejak awal penah4nannya pada tahun 2000. Keputvsan ini kembali memunculkan diskusi publik dan luk4 lama di kalangan penggemar yang merasa ke4dilan terhadap sosok Along tetap menyisakan kes3dihan mendal4m.

    Trag3di Along Spoon menjadi salah satu k4sus pembvn*han paling dikenang dalam sejarah musik Malaysia, bukan hanya karena pel4kunya, tetapi karena korb4nnya adalah seorang seniman muda yang sedang bersinar.

  • Jasa Tak Terlupakan, Alfateha Untukmu Kawan

    Jasa Tak Terlupakan, Alfateha Untukmu Kawan

    Kuytanda.com | – Dihari Sumpah Pemuda ini teringat seorang kata pemuda yang membawa kebangkitan para kaula muda, ia bernama Ismail Harundja Bin Rosihan Harundja atau dikenal dengan bayu merupakan sosok pemuda yang baik,pendiam dan penurut pada orang tua dan mudah akrab dengan orang. Ia aktif segala kegiatan difakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

    Bahkan Ismail dan teman-teman kampusnya membuat rumah buku untuk anak-anak yang putus sekolah.

    Walaupun anak kuliahan, ia juga sang orator aktivis dikampusnya, disamping itu ismail gemar naik gunung sangat mencintai alam semesta.

    Ismail Harundja (bayu) juga seroang penulis puisi karya-karyanya dapat dilihat dalam akun instagramnya yang bernama lisan aksara (https://www.instagram.com/tv/CGH7Z7zlJrL/?igsh=MWcxNDN6dDRicXVsbg==)

    Ia juga merupakan seroang jurnalis disalah satu media gorontalo, meskipun orang tuanya mampu dalam membiayai kuliahnya, namun ismail lebih suka mencari pendapatan sendiri, tidak mau merepotkan sanak keluarga, karena bagi dia hidup merupakan suatu tantangan, yang harus disyukuri dan dijalani dengan apa adanya.

    Kini semuanya tinggal cerita dan kenangan yang terindah kawan, kebaikan-kebaikan yang kau buat didunia, akan ditulis oleh sang pemilik dunia dan cerita yang terbaik.

    Empat tahun kau tinggalkan kami, semoga segala amal kebaikanmu diterima oleh Allah swt.aamiin.

    Alfateha untukmu kawan Almarhum Ismail Harundja dari kami keluarga.****

    Ditulis oleh : M.Harundja

    Editor : redaksi

  • Kisah Anak Petani Yang Memilukan

    Kisah Anak Petani Yang Memilukan

    Nama saya Desi Safitri Datukramat, anak ke dua dari tiga bersaudara, dari pasangan suami dan isteri dari Sudirman Datukramat dan Indrawati Dotinggulo yang berasal dari Desa Tanjung Buaya Kecamatan Bolangitang Barat Provinsi Sulawesi Utara.

    Saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman kehidupan saya, semenjak duduk dibangku perkuliahaan, masih teringat jelas di telinga,awal mula saya ingin kuliah di bidang kesehatan, cerita orang-orang, yang sempat mematahkan semangat saya untuk kuliah dijurusan kesehatan.

    “sedangkan orang lain sudah habis terjual tanah dan kebun karna semua uang,uang dan uang untuk kuliah di sana apalagi untuk biaya praktek dan biaya PKL,” Kata mereka

    Jujur hampir tiap malam saya menangis,berkas pun tidak diantar karena ucapan orang-orang di sekitar, hingga sudah punya niat tidak ingin kuliah lagi dan hanya ingin mencari kerja.

    suara-suara sumbang yang seakan menggambarkan orang tua saya tidak mampu untuk membiayai kuliah saya, akhirnya saya bayar dengan IJAZAH menyandang gelar Amd.Gz

    Saya bangga sama kedua orang tua saya, mama dan papa karena sampai saya lulus tidak ada satupun aset yang mereka jual untuk biaya kuliah saya.

    Bagaimana saya tidak bersyukur, kedua orang tua saya hanya lulusan SD tapi mereka mampu mengantarkan saya sampai wisuda di perguruan tinggi.

    Terima kasih mama dan papa kalian adalah orangtuaku yang paling aku sayang,semua jasa-jasa kalian akan aku balas melalui ihtiar dan do’a.***

    Penulis : Desi Safitri Datukramat

    Editor : Admin