Kategori: Nasional

  • Ketua MKD DPR: Panen Raya Jagung oleh Kapolri Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo

    Ketua MKD DPR: Panen Raya Jagung oleh Kapolri Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo

    Kuytanda.com | NASIONAL,JAKARTA-. Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Nazaruddin Dek Gam mengapresiasi panen raya serentak kuartal II yang diinisiasi Polri hingga menghasilkan 2,54 juta ton jagung.

    Ketua MKD Dek Gam menilai apa yang dilakukan Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

    “Yang pertama, tentu saja kita mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Kapolri, ini apa yang dilakukan adalah sesuai dengan Asta Cita Pak Prabowo dan kami dari Komisi III mendukung full apapun yang dilakukan Bapak Kapolri untuk kebaikan bangsa ini terutama dalam sektor swasembada pangan,” ungkap Ketua MKD Dek Gam, Jumat (6/6/2025).

    Ketua MKD Dek Gam berterima kasih Jenderal Sigit telah menjalankan tugas dengan baik. Ia memuji Jenderal Sigit adalah Kapolri yang sangat peduli terhadap pangan.

    “Terima kasih sekali lagi kepada Pak Kapolri yang sudah menjalankan tugas dengan baik dan beliau adalah Kapolri yang sangat peduli terhadap pangan seperti apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo,” ujarnya.

    Anggota Komisi III dari Fraksi PAN itu mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap kinerja luar biasa Jenderal Sigit. Ia berharap Jenderal Sigit akan terus berbuat baik terhadap bangsa dan negara.

    “Bagi saya ini sangat luar biasa, sekali lagi apresiasi, terima kasih Pak Kapolri dan terus berbuat yang terbaik untuk bangsa, negara tentu saja harapan kita Polri milik rakyat Indonesia polisi masyarakat,” ujarnya.

    Sebelumnya, capaian panen raya kuartal II sebanyak 2,54 juta ton ini. Sementara panen raya kuartal I mencapai 118.975 ton pada lahan seluas 16.656 hektare. Pada kuartal II, dari 218,35 hektare lahan yang digarap, hasil panennya mencapai 9,3 ton per hektare. Naik tajam dari 2 ton per hektare sebelum dikelola secara modern.

    Polri dan Pemerintah memutuskan untuk mengeskpor 1.200 ton jagung ke Sarawak, Malaysia. Pelepasan ekspor jagung ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

  • Penggusuran Tragis Warga Diusir Dan Masjid Dihancurkan

    Penggusuran Tragis Warga Diusir Dan Masjid Dihancurkan

    Kuytanda.com | Mataram 28 Mei 2025  Suasana mencekam menyelimuti Kompleks RT.08 Pondok Perasi, Ampenan, Rabu pagi (28/5), saat aparat gabungan melakukan penggusuran terhadap pemukiman warga secara paksa.

    Penggusuran ini menimbulkan luka fisik dan trauma mendalam, karena dilakukan tanpa pemberitahuan resmi maupun pembacaan surat keputusan dari pihak berwenang.

    Sekitar pukul 07.30 WITA, warga tengah melakukan gotong royong rutin membersihkan area lapangan dan Masjid Al Mujahidin. Namun, suasana berubah tegang ketika pada pukul 08.25 WITA, sejumlah orang yang diduga intelijen terlihat mondar-mandir sembari memotret kegiatan warga.

    Memasuki pukul 10.00 WITA, suasana menjadi semakin panas ketika aparat negara, terdiri dari unsur kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Lurah setempat, serta diduga sejumlah preman, mengepung kompleks permukiman RT.08. Warga secara spontan berkumpul dan menghadang upaya masuk aparat di depan gerbang utama.

    Pada pukul 10.10 WITA, aparat mulai merangsek masuk dari sisi barat, berusaha mengepung warga yang menjaga gerbang utama. Pukul 10.30 WITA, tanpa ada pembacaan surat perintah penggusuran, perintah pembongkaran pun diberikan. Hal ini memicu aksi dorong-mendorong antara warga dan aparat. Tiga warga dilaporkan pingsan di lokasi akibat berupaya menghalangi masuknya alat berat jenis eskavator.

    Rumah-rumah warga yang mayoritas terbuat dari kayu dan bambu langsung diratakan dalam hitungan menit. Diiringi tangisan histeris, warga berlarian menyelamatkan barang-barang pribadi karena tidak ada surat peringatan sebelumnya terkait penggusuran.

    Masjid Al Mujahidin yang dibangun dari dana zakat melalui Baznas NTB turut dihancurkan pada pukul 15.00 WITA oleh dua unit eskavator.

    Di lokasi yang berbeda, beberapa mahasiswa yang datang untuk membantu warga dilaporkan dikejar, ditangkap, bahkan dipukuli oleh preman dan intel.

    Mereka kemudian dibawa ke Polres Mataram untuk dimintai keterangan. Pengacara warga, Ratna Sari Dewi, juga mendapat perlakuan kasar: dipukul dan diusir dari lokasi.

    Seorang wartawan yang datang untuk meliput turut diamankan karena dicurigai sebagai mahasiswa, hanya karena menggunakan kendaraan dengan plat luar daerah.

    Hingga pukul 14.40 WITA, sekitar 60 unit rumah warga telah rata dengan tanah. Saat berita ini diturunkan, warga yang tergusur masih bertahan di gang samping lokasi penggusuran, membangun tenda seadanya.

    Mereka menolak relokasi yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Mataram, karena lokasinya jauh dari laut

    padahal sebagian besar warga berprofesi sebagai nelayan. Mereka juga khawatir akan keselamatan karena lokasi relokasi merupakan bekas rawa yang rawan binatang buas seperti ular.

    Warga RT.08 Pondok Perasi kini menanti keadilan dan penjelasan resmi atas tindakan aparat yang dinilai melanggar hak asasi dan prosedur hukum.** Red

  • Presiden Perancis Emmanuel Macron Berikan Penghargaan Tertinggi Kepada Presiden RI Prabowo Subianto

    Presiden Perancis Emmanuel Macron Berikan Penghargaan Tertinggi Kepada Presiden RI Prabowo Subianto

    Kuytanda.com | NASIONAL – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto bersama Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron, mengunjungi Akademi Militer Magelang Jawa Tengah. Kamis 29/05/2025

    Dalam penyampainya Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa dalam mewujudkan kerjasama pertahanan yang nyata, indonesia dan perancis bangun angkatan bersenjata yamg kuat dan tangguh.

    “Hari ini, saya bersama Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron, mengunjungi Akademi Militer Magelang sebagai wujud nyata kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis dalam membangun angkatan bersenjata yang kuat dan tangguh.

    Kami juga meninjau Laboratorium Bahasa Prancis, salah satu fasilitas pendukung di Akademi Militer yang bertujuan meningkatkan daya saing para taruna dan taruni di kancah global.” ucapnya

    Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa ia merasa terhormat dati perancis atas penganugrahan croix de la Legion d’Honneur’.

    “Saya merasa terhormat menerima penganugerahan Grand Croix de la Légion d’Honneur, penghargaan tertinggi dari pemerintah Prancis atas pengabdian luar biasa kepada negara.

    Penganugerahan ini juga mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Perancis, serta komitmen kami untuk terus saling mendukung dalam mencapai kemajuan bersama.”tutupnya***(Ciputo)

  • Dittipidter Bareskrim Polri Ungkap Perdagangan Ilegal Gading Gajah di Sukabumi dan Jakarta

    Dittipidter Bareskrim Polri Ungkap Perdagangan Ilegal Gading Gajah di Sukabumi dan Jakarta

    Kuytanda.com | JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri berhasil mengungkap tindak pidana perdagangan ilegal bagian tubuh satwa dilindungi berupa gading gajah, dalam sebuah rangkaian operasi yang dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni Sukabumi, Jawa Barat dan Jakarta Selatan. Senin 26/05/2025

    Pengungkapan ini berawal dari hasil patroli siber oleh Tim Subdit I Tipidter yang menemukan akun media sosial memperdagangkan gading gajah secara ilegal. Berdasarkan hasil penyelidikan, tim melakukan penindakan terhadap tersangka pertama berinisial R (47) di wilayah Sukabumi pada 8 Mei 2024. Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan 4 buah gading gajah dengan berat total 6,26 kg.

    Pengembangan kasus mengarah pada tersangka kedua, N (40), yang ditangkap di sebuah rumah kos di Tebet, Jakarta Selatan pada 14 Mei 2024. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa 3 buah gading gajah seberat total 6,73 kg dan 1 unit ponsel yang digunakan untuk transaksi ilegal.

    “ Kedua pelaku diketahui bukan bagian dari sindikat internasional, melainkan individu yang memanfaatkan jaringan media sosial untuk menjual bagian tubuh satwa dilindungi kepada kolektor dan pembeli domestik. Dari hasil pemeriksaan awal, modus operandi pelaku adalah membeli gading dari oknum tertentu dan menjual kembali dengan harga lebih tinggi, menggunakan platform digital “ Ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin.

    Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf d jo. Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

    “Perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi merupakan kejahatan yang serius dan harus diberantas karena merusak ekosistem serta mengancam kelestarian spesies,” imbuh Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin.

    Polri juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam pembelian maupun penjualan satwa liar dan bagian-bagiannya, serta mengajak masyarakat aktif melaporkan segala bentuk perdagangan ilegal satwa dilindungi kepada aparat penegak hukum.***

  • Satgas Ops Damai Cartenz-2025 Lumpuhkan Dua KKB Pelaku Pembunuhan Josep Agus Lepa

    Satgas Ops Damai Cartenz-2025 Lumpuhkan Dua KKB Pelaku Pembunuhan Josep Agus Lepa

    Kuytanda.com | NASIONAL- Dua orang KKB pelaku pembunuhan terhadap Josep Agus Lepa tewas setelah melakukan perlawanan saat hendak ditangkap Satgas Ops Damai Cartenz-2025 di Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. sabtu 16 Mei 2025.

    Ka Ops Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Waka Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan terhadap dua KKB yakni Ham Dumupa (25) dan Amoye Pigai alias Martinus Pigai yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pembunuhan terhadap korban di Perumahan Pemda Kabupaten Dogiyai pada 6 Mei 2025 lalu.

    “Dalam proses penangkapan, kedua pelaku melakukan perlawanan dengan menyerang anggota menggunakan parang. Tim memberikan tembakan peringatan, namun karena pelaku terus menyerang, aparat melakukan tindakan tegas terukur yang menyebabkan keduanya terluka parah. Dalam perjalanan menuju RSUD Nabire, kedua pelaku dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

    Dari hasil pemeriksaan jenazah oleh tim medis, ditemukan kantong plastik berisi 11 butir amunisi kaliber 5,56 mm di saku celana salah satu pelaku. Selain itu, aparat juga mengamankan dua bilah parang, dua unit telepon genggam (milik korban dan pelaku), satu KTP atas nama Ham Dumupa, dua STNK motor, dan 14 buah korek api.

    Identitas pelaku pertama diketahui sebagai Ham Dumupa, lahir di Bekowa pada 13 Mei 2000, beralamat di Kampung Pugatadi II, Distrik Kamu Utara, beragama Kristen. Sedangkan pelaku kedua, Amoye Pigai, diduga menggunakan nama alias Martinus Pigai.

    Keduanya diduga merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XI Odiyai-Dogiyai yang berada di bawah pimpinan Yonatan M. Pigai. Dari hasil pemeriksaan ponsel pelaku, ditemukan pula foto-foto mereka memegang senjata api dan berada di markas bersama sejumlah anggota kelompok bersenjata lainnya.

    Korban pembunuhan, Josep Agus Lepa, ditemukan tewas di dalam rumah milik dr. Daniel Velumangkun di Perumahan Pemda Dogiyai. Saat kejadian, korban tengah menjaga rumah tersebut. Polisi menduga motif pembunuhan karena pelaku mencurigai korban sebagai anggota intelijen.

    Identifikasi terhadap kedua pelaku diperkuat melalui video yang beredar di akun Facebook “Putuss Pigai”, yang memperlihatkan keterlibatan mereka dalam aksi pembunuhan tersebut.

    Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T. mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

    “Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tetap menjaga situasi kamtibmas,” ujar Yusuf Sutejo.

    Jenazah kedua pelaku saat ini berada di RSUD Nabire, menunggu proses penyerahan kepada pihak keluarga.

  • Operasi Pekat II Semeru 2025, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berhasil Ungkap 100 Persen Target Operasi

    Operasi Pekat II Semeru 2025, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berhasil Ungkap 100 Persen Target Operasi

    Kuytanda.com| TANJUNGPERAK – Polres Pelabuhan Tanjung Perak beserta jajaran polsek berhasil mencapai target seratus persen dalam pengungkapan tindak kejahatan selama pelaksanaan Operasi Pekat yang berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 1 hingga 14 Mei 2025.

    Keberhasilan ini diumumkan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, di Mapolres pada Jumat (16/5/2025).

    “Operasi ini merupakan upaya Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam menjaga dan menciptakan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat yang kondusif, khususnya dalam menangani bentuk premanisme, dan tindak kriminal yang meresahkan warga terutama di wilayah hukum kami,” tegas AKBP Wahyu Hidayat.

    Lebih lanjut, AKBP Wahyu menekankan bahwa operasi ini bukan hanya sekadar penegakan hukum, tetapi juga wujud komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat serta mendukung iklim investasi yang sehat, terutama di wilayah strategis Jawa Timur, termasuk kawasan Pelabuhan dan sekitarnya.

    Dalam pemaparan hasil operasi, AKBP Wahyu mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat total 9 Laporan Polisi (LP) dengan berhasil mengamankan sepuluh orang tersangka. Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan, Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam, serta kasus pungutan liar (pungli).

    “Adapun modus operandinya yaitu yang pertama penganiayaan dimulai dari cekcok karena preman mabuk-mabukan kemudian ditegur korban dan kemudian korban dianiaya. Kemudian yang kedua saat petugas membubarkan tawuran antar gangster, berhasil mengamankan satu orang pelaku yang memegang sajam berupa celurit,” jelas Kapolres.

    Selain kasus penganiayaan dan kepemilikan senjata tajam, Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga berhasil mengungkap praktik pungli yang dilakukan oleh sejumlah orang terhadap sopir truk yang sedang parkir di Jalan Tanjung Tembaga.

    “Ini adalah wujud nyata kami dalam menjawab keresahan masyarakat,” tegas AKBP Wahyu.

    Tak hanya dalam Operasi Pekat, AKBP Wahyu juga memaparkan keberhasilan pihaknya dalam mengungkap berbagai tindak pidana kejahatan lainnya selama sebulan terakhir, termasuk pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian dengan kekerasan (curas).

    “Adapun rincian sementara pengungkapan sebagai berikut, jumlahnya 21 LP dengan jumlah tersangka yang kita amankan 27 orang. Para tersangka kita jerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa, 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan, serta 480 KUHP sebagai penada barang hasil tindak pidana,” paparnya.

    Modus operandi para pelaku dalam kasus-kasus tersebut bervariasi, mulai dari mencuri sepeda motor di area parkir kos menggunakan kunci T, mencuri telepon genggam di dalam rumah pemilik warung yang sedang tertidur, hingga pencurian truk kontainer yang melibatkan sopir perusahaan sebagai salah satu pelaku.

    AKBP Wahyu Hidayat kembali menegaskan bahwa pengungkapan seluruh target kejahatan dalam Operasi Pekat dan berbagai kasus lainnya merupakan bukti nyata komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam merespon keresahan masyarakat terhadap tindak kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor yang sangat merugikan dan menimbulkan ketidaknyamanan.

    “Kami akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum demi terciptanya rasa aman di masyarakat. Kami juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar semakin percaya dan tidak segan melaporkan segala bentuk gangguan kamtibmas kepada kami, karena partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam menjaga keamanan bersama,” pungkasnya. (*)

  • KONFERENSI PERS POLDA RIAU, UNGKAP KASUS PREMANISME HASIL OPLK 2025

    KONFERENSI PERS POLDA RIAU, UNGKAP KASUS PREMANISME HASIL OPLK 2025

    Kuytanda.com | NASIONAL- Polda Riau bersama jajaran menyatakan sikap tegas terhadap segala bentuk premanisme yang semakin meresahkan masyarakat.

    ” Kami Polda Riau dan Jajaran berkomitmen tidak ada aksi premanisme di Bumi Lancang Kuning ini. Jangan coba-coba, kami akan sikat segala bentuk kejahatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban “.

    Hal itu ditegaskan Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo saat pimpin konferensi pers Operasi Premanisme Lancang Kuning 2025, Kamis (15/5/2025), yang dihadiri oleh, Dir Reskrimum, Dir Resnarkoba, Kabid Humas dan Kabid Propam Polda Riau.

    Dalam operasi “Pekat Lancang Kuning” yang digelar sejak 1 hingga 14 Mei, sebanyak 169 orang ditetapkan sebagai tersangka berbagai tindak kriminal berbau premanisme.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Asep Dermawan menegaskan, tidak ada ruang dan toleransi bagi premanisme di wilayah hukum Polda Riau.

    ” Polda Riau dan Jajaran tidak akan mentolerir tindakan-tindakan kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh kelompok atau organisasi masyarakat yang berperilaku seperti preman,” ujarnya.

    Dari 169 tersangka, 163 di antaranya adalah laki-laki dan 6 perempuan. Menariknya, sebanyak 13 anak di bawah umur terlibat dalam kejahatan ini, yang mayoritas masih duduk di bangku SMA dan SMK kelas 2 dan 3.

    ” Mereka saat ini sedang menjalani proses diversi sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku “, tambahnya.

    Sebaran usia para pelaku : Usia 13-17 tahun : 13 orang, Usia 18-25 tahun: 49 orang, Usia 26-55 tahun: 106 orang, Di atas 55 tahun: 4 orang

    Jenis kejahatan yang dilakukan yaitu : Pencurian dengan pemberatan (20 kasus), Curanmor oleh geng motor bersenjata tajam, penyalahgunaan senjata api, airsoft gun, dan senjata tajam seperti samurai dan pisau, penganiayaan berat hingga korban dirawat di rumah sakit, pemerasan, pengancaman, dan pungutan liar (pungli), penggelapan, penyalahgunaan narkotika, hingga perdagangan satwa

    Salah satu pola serangan yang diungkap pihak kepolisian adalah aksi geng motor bergerombol hingga 30 kendaraan, yang secara brutal membacok korban menggunakan senjata tajam dan merampas barang-barang milik korban seperti handphone, kamera, serta sepeda motor.

    Selain itu, dalam operasi ini juga ditemukan kasus di luar target operasi seperti penyalahgunaan narkotika dan penggelapan, namun tetap dilakukan tindakan tegas demi menjaga stabilitas keamanan di masyarakat.

    Barang bukti yang disita dalam operasi ini meliputi senjata tajam (samurai, pisau), airsoft gun, handphone, narkoba jenis sabu, serta uang hasil kejahatan.

    ” Operasi ini menjadi peringatan keras bagi pelaku kejahatan jalanan, bahwa negara hadir dan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi perilaku kriminal. Polda Riau berkomitmen terus menjaga keamanan dan ketertiban demi menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh warga “, pungkas Asep.

  • Komaruddin Hidayat Resmi Menjabat Ketua Dewan Pers, Plt. Ketum SWI Mengucapkan Selamat

    Komaruddin Hidayat Resmi Menjabat Ketua Dewan Pers, Plt. Ketum SWI Mengucapkan Selamat

    Kuytanda.com  | JAKARTA–Plt. Ketua Umum merangkap Sekjen SWI (Sekber Wartawan Indonesia) Herry Budiman menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Komaruddin Hidayat sebagai Ketua Dewan Pers 2025 – 2028.

    “Saya atas nama SWI mengucapkan selamat kepada pak Komarudin Hidayat yang terpilih menjabat Ketua Dewan Pers 2025 – 2028, begitu pun kepada 8 komisioner lainnya. Selamat menjalan tugas” ucapnya, Rabu malam (14/5/2025).

    Herry berharap kepada Dewan Pers periode ini, sekiranya melanjutkan proses pendaftaran SWI menjadi konstituen Dewan Pers.

    Menurutnya, SWI telah mendaftar pada Oktober 2023 lalu dan langsung diterima Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Sapto Anggoro didampingi staf ahli dan kesekretariatan DP.

    SWI sudah mendaftar mengikuti Peraturan DP Nomor 07/V/2008. Sudah jalan 19 bulan, “Insya Allah, kedepan SWI sowan ke Ketua baru” tandasnya.

    Seperti diketahui, Komaruddin Hidayat menjabat Ketua Dewan Pers menggantikan Ninik Rahayu. Sertijab dari pengurus lama Dewan Pers kepada pengurus baru berlangsung di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).

    Kepengurusan baru Dewan Pers disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 16/M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pers.

    Sementara itu, atas nama DPD SWI Kabupaten Halamahera Selstan (Halsel) Provinsi Maluku Utara, juga turut mengucapkan, “Selamat atas dilantiknya kepengurusan Dewan Pers yang baru, semoga dapat membawa seluruh lembga pers di Indonesia semakin kuat dalam perlindungan dan kebebasan Pers”, ucap ketua DPD SWI Halsel Ade Manaf.

    Berikut susunan kepengurusan Dewan Pers 2025-2028:

    Ketua: Komaruddin Hidayat

    Wakil Ketua: Totok Suryanto

    Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Ketua: Muhammad Jazuli

    Komisi Hukum dan Perundang-undangan Ketua: Abdul Manan

    Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi

    Ketua: Busyro Muqoddas

    Komisi Kemitraan Hubungan Antarlembaga

    Ketua: Rosarita Niken Widiastuti

    Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi

    Ketua: Yogi Hadi Ismanto

    Komisi Informasi dan Komunikasi

    Ketua: Maha Eka Swasta

    Komisi Digital dan Sustainability

    Ketua: Dahlan Dahi.

     

    (Ade Manaf)

  • Polri Tangguhkan Penahanan Mahasiswi Pemilik Akun X Terkait Kasus Dugaan Manipulasi Dokumen

    Polri Tangguhkan Penahanan Mahasiswi Pemilik Akun X Terkait Kasus Dugaan Manipulasi Dokumen

    Kuytanda.com | NASIONAL– Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi mengumumkan penangguhan penahanan terhadap seorang mahasiswi berinisial SSS, tersangka kasus dugaan penyebaran dokumen elektronik bermuatan pelanggaran kesusilaan dan manipulasi data otentik di media sosial X. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam doorstop yang digelar pada Minggu malam (11/5).

    “Penangguhan penahanan ini diberikan oleh penyidik tentunya mendasari permohonan dari tersangka melalui penasihat hukumnya serta dari orang tuanya, juga berdasarkan atas itikad niat baik dari tersangka dan keluarganya untuk memohon maaf karena telah terjadi kegaduhan,” ujar Trunoyudo kepada awak media.

    SSS sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berdasarkan laporan polisi Nomor LP/B/159/III/2025/SPKT Bareskrim Polri tertanggal 24 Maret 2025. Ia ditangkap pada 6 Mei 2025 atas dugaan pelanggaran UU ITE, kemudian mulai ditahan sejak 7 Mei 2025.

    Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa tiga saksi dan lima ahli, serta menyita sejumlah barang bukti yang telah dianalisis melalui forensik digital. Berdasarkan hasil tersebut, penyidik menyimpulkan bahwa alat bukti telah dianggap cukup untuk menetapkan tersangka dan memproses hukum lebih lanjut.

    Namun demikian, penyidik memutuskan memberikan penangguhan penahanan atas dasar pendekatan kemanusiaan. Brigjen Trunoyudo menyebut bahwa hal ini juga mempertimbangkan masa depan akademik SSS.

    “Penangguhan penahanan ini juga diberikan tentu mendasari pada aspek atau pendekatan kemanusiaan dan memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk melanjutkan perkuliahannya,” ungkapnya.

    Selain itu, SSS melalui kuasa hukum dan keluarganya juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Indonesia Ke-7 Joko Widodo, serta pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) yang turut terseret dalam kegaduhan publik akibat unggahan di media sosial tersebut.

  • Tiga Jenderal Turun Langsung Pimpin Pencarian Iptu Tomi S. Marbun di Hutan Belantara Papua Barat

    Tiga Jenderal Turun Langsung Pimpin Pencarian Iptu Tomi S. Marbun di Hutan Belantara Papua Barat

    Bali.Kuytanda.com | Teluk Bintuni — Di tengah ganasnya hutan Papua Barat, Operasi Alfa Bravo Moskona 2025 terus bergerak tanpa kenal lelah. Pencarian terhadap Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun, yang dinyatakan hilang, dipimpin langsung oleh tiga jenderal: Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Danpas Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra Perkasa Jomantara, dan Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis.

    Operasi intensif ini dimulai sejak Rabu, 23 April 2025. Kapolda Papua Barat memimpin perjalanan darat dari Poskotis Meyado menuju Pos Aju Mayerga. Medan licin, curam, dan penuh risiko menguji ketangguhan tim selama tiga jam perjalanan.

    Keesokan harinya, Kamis, 24 April 2025, Kapolda bersama pasukan melanjutkan perjalanan menuju Pos Aju Cempedak. Perjalanan ini menempuh waktu lebih dari sembilan jam berjalan kaki, melewati hutan lebat, rawa-rawa, dan jalur ekstrem lainnya.

    Pada Jumat, 25 April 2025, sebanyak 145 personel gabungan dari Tim SAR Korbrimob Polri, Satbrimob Polda Papua Barat, dan Infafis, dipimpin langsung Kapolda, berhasil mencapai titik lokasi dugaan hanyutnya Iptu Tomi. Lokasi tersebut berada di Zona Merah, wilayah rawan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

    Tanpa membuang waktu, tim langsung melakukan penyisiran dan pengumpulan data di area tersebut. Hujan deras yang mengguyur, tanah berlumpur, serta ancaman dari hewan buas seperti buaya, tidak menghalangi semangat pencarian.

    Operasi semakin diperkuat pada Sabtu, 26 April 2025, dengan bergabungnya dua personel Divhumas Polri, sehingga total kekuatan mencapai 147 orang. Di bawah komando para jenderal, tim melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan rekonstruksi untuk memperjelas kronologi kejadian.

    “Setiap langkah yang kami ambil di hutan ini adalah bentuk kesungguhan kami untuk menemukan rekan kami. Kami tidak akan berhenti sebelum ada kejelasan,” tegas Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di lokasi operasi.

    Minggu, 27 April 2025, proses olah TKP dan rekonstruksi dilanjutkan untuk melengkapi data investigasi. Sekitar pukul 13.00 WIB, Kapolda bersama sebagian personel dievakuasi kembali ke Poskotis Meyado menggunakan dua helikopter, dengan kapasitas maksimal delapan orang per penerbangan. Proses pemulangan dilakukan bertahap untuk menjaga keselamatan seluruh tim.

    “Medan berat, cuaca ekstrem, bahkan ancaman nyata dari KKB tidak akan pernah melunturkan dedikasi kami. Ini adalah bukti nyata bahwa solidaritas dan profesionalisme Polri selalu hadir di medan tugas paling berat sekalipun,” ujar Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra Perkasa Jomantara.

    Operasi Alfa Bravo Moskona 2025 menjadi simbol keteguhan, loyalitas, dan semangat pantang menyerah Polri dalam menjalankan tugas dan melindungi sesama anggota, meski harus menghadapi rintangan yang luar biasa berat.